Menurut Cudi, olahraga beladiri punya sejarah bagus di Sulteng setiap event PON. Sulteng memiliki Ansar Yotomaruangi, atlet silat yang mempersembahkan emas PON 1969 dan Joice Rumampuk atlet wanita judo yang meraih emas pertama untuk wanita di Sulteng.
Cudi juga tidak segan menggelontorkan bonus Rp1 miliar 1 emas PON 2024 mendatang.
“Target kita besar di olahraga, kita bangga dengan olahraga dan saya juga besar dari olahraga,” kata Cudi.
Sementara Husin Alwi menambahkan semangat olahraga di Sulteng sedang menanjak. Peran penting dari Gubernur yang selalu mengatakan olahraga itu adalah kebangaan dan harga diri.
Baca juga :
Sekum KONI : Futsal Diharapkan Bisa Berkontribusi di Sulteng Emas 2024
Semangat itu kemudian ditanamkan kepada pengurus KONI Sulteng yang baru saja terpilih Nizar Rahmatu. Kemudian KONI Sulteng mengampanyekan ke seluruh lapisan masyarakat.
“Saat ini animo masyarakat berolahraga terus tumbuh. Orang tua mendaftarkan anak-anaknya di klub olahraga. Setiap tempat olahraga makin ramai dipadati aktivitas olahraga baik itu olahraga untuk prestasi maupun sekadar hobi,” kata Husin.
Slogan olahraga itu adalah kebangaan dan harga diri itu sampai ke jiwa patriotisme atlet serta pengurus KONI.
Baca juga :
Wujudkan KONI Sulteng Mandiri dan Profesional, Sekretariat Gelar Bimtek
“Kita memulai awal sejarah PON Papua dengan tanpa dana. Semangat kita untuk mau maju hingga kita bisa membuat sejarah pada PON Papua dengan perolehan medali terbanyak sepanjang Sulteng ikut PON yaitu 12 medali,” kata Husdin Alwi.

